Selasa, 10 April 2018

Ketahui 5 Teknik Sablon Kaos untuk Memulai Bisnis Sablon

Ketahui 5 Teknik Sablon Kaos untuk Memulai Bisnis Sablon

Perkembangan sablon kaos di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari yang berbanding lurus dengan banyaknya jumlah permintaan. Anda juga bisa memiliki peluang untuk membuka jasa ini di daerah tempat tinggal Anda. Beberapa teknik sablon perlu Anda ketahui sebagai pengetahuan utama sebelum memulai bisnis sablon.

1. Discharge
Sablon discharge disebut juga dengan sablon cabut warna karena teknik sablon ini dapat mengubah warna bahan kaos dengan warna tintanya. Tinta yang digunakan sablon discharge  merupakan hasil campuran dari tinta superwhite dan bubuk atau binder pendukung khusus. Bubuk atau binder yang diformulasikan mampu menonaktifkan zat warna pada kain alami.

Teknik ini menghasilkan sablon yang sangat lembut dan terlihat seperti warna kain kaos alami. Hasil yang maksimal dari teknik ini jika menggunakan bahan kaos katun murni yang reaktif. Serta tidak cocok digunakan pada kain sintetis yang banyak mengandung polyester. Sablon ini sangat cocok digunakan pada warna gelap terutama pada warna hitam dan biru tua.

2.  High Density
Teknik sablon high density dalam proses pembuatan menggunakan keramik sebagai screen agar cat plastisol yang dipakai menghasilkan efek sablon timbul transparan yang tajam. Intensitas dari efek timbul sablon ini berkisar antara sepuluh hingga tiga puluh milimeter. Efek timbul transparan dilakukan dengan cara disablon berulang-ulang pada kainnya.

3. Rubber atau Karet GL
Rubber merupakan teknik sablon yang banyak digunakan. Sablon dari teknik ini menggunakan  bahan dasar karet dengan tingkat elastisitas dan kerapatannya yang tinggi. Teknik ini dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Teknik ini juga menjadi favorit karena dapat menyablon kaos dengan warna apa pun yang diinginkan.

Kelebihan yang dimiliki sablon dari teknik ini yaitu fleksibel, elastis, cenderung awet dan dapat disetrika. Jika saat menyetrika menggunakan lapisan tambahan, maka cat dari teknik rubber yang ada di sablon baju dapat mengikuti kelenturan kain. Print kaos yang disablon dengan teknik ini juga dapat berdaya tahan lebih lama.

Keistimewaan yang dimiliki sablon ini tinta glow in the dark menyala ketika cat yang dipakai mengandung fosfor yang memiliki fungsi menyerap cahaya lalu kemudian memancarkannya kembali. Tinta yang digunakan adalah tinta extender atau pigmen dengan underbase dari rubber atau plastisol.

4. Foil
Teknik sablon foil merupakan teknik yang menggunakan lapisan bahan kertas logam seperti alumunium foil. Pada proses sablon, teknik ini menggunakan lapisan kertas logam yang direkatkan dengan perekat khusus. Hasil yang didapat memberikan efek mengkilap dan memantul pada sablon. Teknik ini hanya bisa diaplikasikan pada desain kaos yang sederhana.

5. Timbul (Puffy atau Foaming)
Teknik timbul merupakan teknik sablon yang menghasilkan efek timbul dengan menggunakan bahan karet. Tinta sablon foaming pada cat karet yang dihasilkan akan timbul seperti foam. Teknik ini dilakukan dengan mengombinasikan cat rubber dan juga plastisol. Namun sablon ini memiliki kekurangan dengan ketahanannya sablon hingga delapan sampai sepuluh kali cucian.

Anda bisa memulai bisnis sablon kaos jakarta setelah mengetahui teknik sablon yang bisa dipilih sesuai dengan target produksi. Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu tentang kekurangan dan kelebihan dari setiap teknik secara detail agar dapat mengurangi kerugian saat produksi sablon telah dimulai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger