Minggu, 01 April 2018

Kata Dokter Soal Hubungan Intim Buat Vagina Melar

Kata Dokter Soal Hubungan Intim Buat Vagina Melar

Di masyarakat, berkembang anggapan bahwa berhubungan intim menyebabkan vagina tidak lagi "rapat" sehingga kepuasan seksual pasangan menurun.

Pemikiran ini ditepis oleh dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Grace Valentine.

"Saat penis akan masuk, vagina memang melonggar secara alami," ujarnya seusai diskusi media yang digelar RSPI di Jakarta, pada Kamis (29/3/2018).

Penetrasi seksual membuat vagina terangsang. Lantas, lubang vagina melebar untuk menyesuaikan dengan ukuran penis dan mempermudah hubungan seksual.

Namun para perempuan tidak perlu khawatir. Sebab, tidak selamanya vagina akan melar. Seusai berhubungan intim, vagina akan segera kembali ke bentuk semula.

"Otot vagina itu memang fleksibel," kata Grace.

Kendati demikian, kekencangan vagina memang akan berkurang seiring pertambahan usia. Ini terjadi ketika perempuan memasuki masa menopause, di mana produksi estrogen menurun.

Akibatnya, kemampuan sel dan jaringan vagina menurun, kekuatan otot panggul berkurang, vagina menjadi tidak elastis, dan begitu pula mulut vagina dan leher rahim.

Grace juga menyebut bahwa persalinan turut membuat vagina merenggang. Otot vagina dan otot panggul yang semula sempit secara otomatis menjadi lebih lebar agar bayi bisa keluar.

"Melahirkan bikin otot panggul dan otot vagina regang," ucapnya.

Lagi-lagi, ini tidak masalah. Pasalnya, vagina akan merapat kembali setelah enam bulan persalinan.

Namun, bila masih ada laki-laki yang memprotes longgarnya vagina pasangan, Grace menyarankan untuk membicarakan masalah itu. Suami pun diharapkan bisa memaklumi kondisi alamiah tersebut. 

Sebagai solusi, mengganti posisi bercinta mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kepuasan seksual.

"Untuk kerapatan vagina, bisa coba senam kegel atau vagina rejuvenation," saran Grace

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger